Makassar – Pemandu Gunung Rinjani, Agam Rinjani, ikut turun langsung membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Agam mengatakan dirinya mengambil peran di jalur pencarian dengan medan paling terjal. Fokus utama yang dilakukan bersama tim adalah membantu evakuasi korban di area vertikal yang sulit dijangkau.
“Kami berfokus pada pencarian korban. Jadi kami berkoordinasi dengan tim di lapangan, apa yang bisa dibantu, kami bantu, khususnya di medan terjal,” ujar Agam, Kamis (22/1/2026).
Dalam operasi tersebut, Agam telah berkoordinasi dengan Basarnas dan terlibat dalam tim vertical rescue. Ia menyebut akan bertahan di lokasi hingga ada keputusan resmi penghentian operasi pencarian.
“Kami ambil posisi di jalur vertikal. Tim akan menginap di atas sesuai kesepakatan nantinya untuk jalur evakuasi,” katanya.
Agam datang ke lokasi bersama tiga anggota timnya dan bergabung dengan Korpala serta petugas dari Taman Nasional Bulusaraung. Mereka menempati Pos 9 di jalur utama pencarian vertikal.
“Kami gabung di Pos 9 jalur vertikal. Ini hari pertama kami datang dari Aceh,” lanjutnya.
Sebelum turun ke lapangan, Agam dan tim melakukan briefing terkait metode pencarian serta memastikan seluruh peralatan vertical rescue dalam kondisi lengkap dan aman.
“Kami bawa perlengkapan vertical rescue lengkap. Metode pencarian sudah kami sesuaikan dengan kondisi lapangan,” ucapnya.
Menurut Agam, tantangan terbesar di Bulusaraung adalah medan yang sangat terjal ditambah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Kabut tebal dan angin kencang kerap menghambat proses pencarian dan evakuasi.
“Medannya sangat terjal, ditambah cuaca, kabut, dan angin. Semua harus mengutamakan keselamatan saat menolong,” jelasnya.
Ia pun meminta doa dari masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera ditemukan serta dievakuasi dengan aman.
“Kami mohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar proses evakuasi dipermudah dan semua korban bisa diturunkan,” tutup Agam.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026) saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat membawa 10 orang yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Hingga kini, tiga korban telah berhasil ditemukan. (bank)
Agam Rinjani Ikut Operasi SAR Pesawat ATR di Bulusaraung (Foto Istimewa) 
.jpg)












Komentar
Tuliskan Komentar Anda!