Banjir Besar Terjang Lima Kecamatan di Probolinggo, Ratusan Rumah Terendam dan Warga MengungsiDetik-detik evakuasi warga di tengah banjir besar Probolinggo. Perahu karet BPBD menyisir permukiman yang terendam hingga dada orang dewasa, (Foto ilustrasi)

Banjir Besar Terjang Lima Kecamatan di Probolinggo, Ratusan Rumah Terendam dan Warga Mengungsi

Probolinggo – Banjir besar melanda lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Sabtu malam (21/2/2026) hingga Minggu dini hari (22/2/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Argopuro selama berjam-jam membuat sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton, dan Gading. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Fathul Arifin, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, mengatakan banjir kali ini menjadi yang terbesar yang pernah ia alami. Ia menyebut air mulai masuk ke permukiman warga sesaat setelah pelaksanaan shalat tarawih.

“Banjir terjadi setelah shalat tarawih. Ini banjir yang terbesar yang saya alami selama ini. Sekarang semua rumah di Desa Sidomukti kemasukan air,” ujarnya.

Menurut Fathul, banjir ini merupakan kejadian ketiga yang terjadi di wilayah tersebut sepanjang awal tahun 2026. Ia mengaku air datang secara mendadak sehingga banyak barang miliknya tidak sempat diselamatkan.

“Awal tahun 2026 ini banjir yang ketiga. Bulan Januari dua kali, sekarang yang ketiga. Air datang mendadak sehingga perabot rumah tangga milik saya tidak terselamatkan,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama personel TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet. Prioritas utama petugas saat ini adalah menyelamatkan kelompok rentan.

Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, menegaskan bahwa evakuasi difokuskan kepada lansia, perempuan, anak-anak, serta warga yang sedang sakit.

“Saat ini kami, BPBD, TNI, Polri dan relawan fokus evakuasi, terutama pada lansia, wanita dan anak-anak atau yang sedang sakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah hulu pegunungan Argopuro yang menyebabkan debit sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman. Hingga Minggu siang, petugas masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak sekaligus memastikan kondisi warga dalam keadaan aman. (alr)