Pendaki Remaja Hilang di Kawah Ijen Ditemukan Selamat Usai Operasi SAR IntensifTim SAR gabungan mengevakuasi pendaki remaja yang sempat hilang di jalur Kawah Ijen Banyuwangi. Korban ditemukan selamat setelah pencarian intensif di tengah cuaca Extrim (Foto ilustrasi)

Pendaki Remaja Hilang di Kawah Ijen Ditemukan Selamat Usai Operasi SAR Intensif

Banyuwangi – Operasi pencarian terhadap pendaki remaja yang dilaporkan hilang di jalur pendakian Kawah Ijen akhirnya membuahkan hasil. Muhammad Dzikri Maulana (16) ditemukan dalam kondisi hidup pada Kamis (19/2) sore setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di area pegunungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan lemas namun selamat. 

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan hidup,” ujarnya saat memberikan keterangan.

Proses pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama menyisir jalur dari Pos Paltuding menuju puncak menggunakan metode Explore SAR (ESAR) tipe 1, sementara SRU kedua melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan pola ESAR tipe 2 open grid.

Meski cuaca sempat mendung disertai hujan ringan, upaya pencarian tetap dilanjutkan dengan dukungan drone thermal serta peralatan jungle rescue.

 “Dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat, tim tetap memaksimalkan pencarian hingga akhirnya titik korban terdeteksi,” kata Made.

Korban diketahui berada di area tebing dengan jarak sekitar 890 meter dari lokasi perkiraan kejadian. Tim SAR kemudian melakukan evakuasi dengan teknik vertical rescue sebelum membawa korban turun ke Pos Paltuding pada pukul 17.50 WIB. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Licin menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Basarnas Banyuwangi, TNI-Polri, BKSDA, BPBD, relawan, komunitas mapala, pelaku wisata hingga keluarga korban. Made pun menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak yang terlibat. 

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan atas dedikasi dan kerja sama yang solid sehingga korban dapat ditemukan dengan selamat,” tuturnya.

Sebelumnya, Dzikri dilaporkan hilang sejak Rabu (18/2) petang setelah terpisah dari rombongan saat mendaki bersama empat rekannya. Ia diduga tersesat di jalur pendakian sekitar pukul 08.30 WIB, sebelum akhirnya laporan kehilangan diterima tim SAR pada malam hari.

Pihak SAR kembali mengingatkan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan, tidak terpisah dari rombongan, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas pendakian.(alr)