Banjir Jakarta Masih Rendam 90 RT, Cawang Terparah Capai 2,5 Meter Akibat Luapan CiliwungBanjir Jakarta Masih Rendam 90 RT, Cawang Terparah Capai 2,5 Meter Akibat Luapan Ciliwung (Foto Ilustrasi)

Banjir Jakarta Masih Rendam 90 RT, Cawang Terparah Capai 2,5 Meter Akibat Luapan Ciliwung

Jakarta  — Banjir masih melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta hingga Sabtu (24/1/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 90 Rukun Tetangga (RT) dan 9 ruas jalan masih terendam banjir.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir terparah terjadi di Kelurahan Cawang, Jakarta Selatan.

Di wilayah tersebut, ketinggian air mencapai 2,5 meter akibat meluapnya Sungai Ciliwung.

Meski demikian, Yohan menyebut kondisi banjir secara umum mulai menunjukkan penurunan. Sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dilaporkan sudah mulai surut sejak Jumat (23/1/2026) malam.

Sebelumnya, banjir sempat menggenangi hingga 143 RT pada Jumat malam, yang menjadi jumlah terbanyak sejak banjir terjadi pada Kamis (22/1/2026). Saat ini, BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan dan penanganan di seluruh lokasi terdampak.

“Sabtu pagi masih ada 90 RT yang terendam banjir, dengan kondisi terparah terjadi di Kelurahan Cawang akibat luapan Sungai Ciliwung,” kata Kepala Pusdatin Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

BPBD juga mengerahkan personel gabungan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan genangan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Banjir masih ditemukan di sejumlah wilayah Jakarta Barat, antara lain di Kelurahan Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kedoya Selatan, dan Kedoya Utara, dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 120 sentimeter.

“Cawang terendam hingga 2,5 meter, BPBD mencatat 90 RT di Jakarta masih dilanda banjir.”ujarnya

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, mengingat potensi hujan masih bisa terjadi. (ref)