Lumajang – Aktivitas Gunung Semeru yang masih sering mengalami erupsi membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir lahar.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Is Nugroho, mengatakan ancaman tidak hanya berasal dari letusan, tetapi juga aliran material vulkanik yang terbawa hujan deras dari lereng hingga puncak gunung. Menurutnya, tumpukan material di kawasan Semeru masih cukup banyak sehingga berisiko terbawa arus sungai.
“Jika hujan deras turun di wilayah atas, potensi banjir lahar bisa meningkat karena material vulkanik masih menumpuk,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, petugas BPBD bersama relawan disiagakan di sejumlah titik rawan, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru seperti Besuk Kobokan. Sistem peringatan dini juga dipastikan tetap berfungsi untuk memberikan informasi cepat kepada warga.
Sebelumnya, erupsi Gunung Semeru terjadi pada Minggu pagi dengan kolom abu terpantau mencapai ratusan meter di atas kawah Jonggring Saloko. Rekaman CCTV relawan di wilayah Pronojiwo memperlihatkan letusan disertai guguran awan panas yang meluncur ke sisi tenggara.
Berdasarkan laporan Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan timur laut. Aktivitas ini membuat status Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sungai minimal 500 meter karena berpotensi terdampak awan panas dan banjir lahar.
Pemerintah daerah berharap masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan demi menghindari risiko korban jiwa, sekaligus tetap mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru.(alr)
Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi dengan kolom abu membumbung tinggi. BPBD Lumajang mengimbau masyarakat menjauhi kawasan rawan dan tetap siaga terhadap potensi banjir lahar.(Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!