Demak – Jalur utama Semarang menuju Grobogan masih belum dapat dilalui setelah rusak parah akibat banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hingga Sabtu (21/2/2026), proses perbaikan jalan terus dilakukan sehingga arus kendaraan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.
Kerusakan jalan terjadi setelah tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Kebonagung jebol pada Senin (16/2/2026), menyebabkan badan jalan terputus sepanjang belasan meter. Polisi menutup sementara akses tersebut demi keamanan pengguna jalan.
Kapolres Demak AKBP Arizal Samelino Gandasaputra menegaskan bahwa pengendara dari arah Semarang diminta berbalik arah dan menggunakan jalur Pantura. “Kalau arah sini kita kembali, sementara ini belum bisa dilalui, lewat Pantura Demak,” ujarnya saat meninjau lokasi jalan putus.
Petugas juga menerapkan rekayasa lalu lintas. Kendaraan besar dengan sumbu tiga ke atas diarahkan melalui rute Pantura Demak–Demak Kota–Wonosalam–Dempet–Godong. Sementara kendaraan kecil dari arah Semarang menuju Grobogan dapat melintas lewat jalur Kemiri–Jekerto–Karangrayung–Godong–Penawangan.
Selain kerusakan jalan, pengaspalan di area Pasar Gajah turut memperparah kemacetan. Pantauan di lapangan sekitar pukul 14.00 WIB menunjukkan antrean kendaraan dari SPBU Modern Cangkring hingga lokasi proyek mencapai lebih dari 5 kilometer.
Di Pantura Trengguli, proyek pengecoran jalan pada km 30+750 hingga km 34+800 yang telah berlangsung sejak akhir 2025 juga menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Antrean kendaraan menuju Kudus terlihat menumpuk dari Pasar Jebor hingga titik pekerjaan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Demak Iptu Khaerul sebelumnya menyebutkan perbaikan di Pantura Trengguli ditargetkan selesai sebelum arus mudik Lebaran agar lalu lintas kembali normal dan aman bagi masyarakat. (ord)
Genangan banjir merendam jalur utama Semarang–Grobogan hingga tak bisa dilalui. Antrean kendaraan terlihat panjang dari udara saat proses perbaikan jalan masih berlangsung. (Foto ilustrasi) 













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!