Longsor Cisarua Telan Korban Jiwa, 38 Jenazah Dievakuasi dan 23 Prajurit TNI TertimbunTim SAR akan kembali bekerja dengan dukungan personel gabungan serta 12 unit alat berat. (Foto ilustrasi)

Longsor Cisarua Telan Korban Jiwa, 38 Jenazah Dievakuasi dan 23 Prajurit TNI Tertimbun

Bandung Barat — Proses pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlangsung. Hingga Senin (26/1) sore, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 38 jenazah korban dan menyerahkannya kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan pada hari tersebut tim berhasil mengevakuasi sembilan jenazah hingga pukul 18.30 WIB. Dengan demikian, total korban yang ditemukan sejak operasi pencarian dimulai mencapai 38 orang.

Untuk melanjutkan pencarian, tim SAR akan kembali bekerja dengan dukungan personel gabungan serta 12 unit alat berat yang akan dikerahkan ke sejumlah titik terdampak. Tambahan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun material longsor.

Ade Dian menjelaskan, kondisi cuaca sempat menjadi kendala pada pagi hari karena hujan. Namun, cuaca membaik pada siang hingga sore hari sehingga pencarian bisa dimaksimalkan. Operasi SAR akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan sesuai dengan status tanggap darurat bencana, dan akan dievaluasi pada hari ketujuh.

Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat, Kombes Pol La Ode Aries El Fathar, menyampaikan bahwa dari total jenazah yang ditemukan, 20 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI dan diserahkan kepada pihak keluarga. Proses identifikasi korban lainnya masih terus berjalan.

Terkait data korban hilang, La Ode Aries menjelaskan bahwa angka awal 108 orang bukan jumlah korban hilang, melainkan jumlah masyarakat yang datang ke pos DVI untuk melapor dan keperluan ante-mortem. Satu korban bisa dilaporkan oleh lebih dari satu anggota keluarga, sehingga angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan jumlah korban hilang.

Di sisi lain, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan sebanyak 23 personel Marinir menjadi korban longsor di Cisarua. Hingga saat ini, baru empat prajurit yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam pencarian.

Para prajurit Marinir tersebut diketahui sedang menjalani latihan persiapan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Saat latihan berlangsung, wilayah Cisarua diguyur hujan selama dua hari berturut-turut yang diduga menjadi penyebab terjadinya longsor.

Pencarian terhadap prajurit TNI AL yang masih tertimbun terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan drone. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sendiri telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026, sembari proses pencarian korban dan penanganan dampak longsor masih terus berjalan. (ord)